Nasib WNI Korban Tembakan ‘Joker’ di Colorado

Suasana paska penembakan 'Joker' di bioskop di Colorado, AS

Anggiat Mora Situmeang tidak sanggup menahan tangisnya saat mengisahkan kembali peristiwa Jumat malam lalu yang melukai istri dan putranya. Saat itu, seorang bule sinting memberondong mereka yang duduk di bangku penonton sebuah bioskop di Colorado, Amerika Serikat, dengan peluru tajam. Dan 12 orang meregang nyawa.

Putranya, Prodeo Et Patria Situmeang, 14 tahun, terkena tembakan di punggungnya. Menurut laporan dokter, proyektil tertancap di tempat yang aman dan tidak mengancam jiwa Prodeo. Itulah sebabnya dia tidak menjalani operasi apapun untuk mengangkat proyektil tersebut.

“Memang yang bersarang itu peluru, tapi dibiarkan karena menurut dokter peluru berhenti di tempat yang aman, di lemak. Peluru berhenti di pinggang sebelah kanan. Tidak ada surgery. Dianggap luka biasa dan akan sembuh kembali lukanya,” Kata lelaki 45 tahun ini dalam wawancara dengan wartawan Voice of America, Eva Mazrieva.

Anggiat mengatakan bahwa dia baru sadar Prodeo tertembak sesampainya mereka di luar. Ketika menceritakan bagian ini, Anggiat tidak kuat menahan kesedihannya. “Saya menangis kalau ingat bagian ini. Anak itu panggil saya, ‘Dad, aku kena tembak juga.’ Jadi, waktu di pintu exit sebenarnya dia sudah tertembak, tapi masih menolong orang. Saya betul-betul sedih. Dia bilang, ‘Dad, coba lihat dulu. Ini belakang saya sakit sekali’,” ujar Anggiat.

Benar saja, ketika disingkap baju Prodeo, terdapat lubang di pinggang bagian bawah bocah ini. Kalau bernafas, darah mengucur dari dalamnya. Saat ini, Anggiat berharap luka di punggung Prodeo tidak sampai mengganggu pendidikan dan tumbuh kembangnya kelak.

“Ketika mereka bilang ‘the bullet stop in the safe place‘, saya tidak paham apa itu ‘safe place‘. Saya butuh anggota keluarga yang paham soal medis. Saya sebetulnya ingin juga dapat keterangan, apa akibat dari keberadaan peluru itu di sana?” kata Anggiat.

Sementara itu, istrinya, Rita Paulina Situmeang, 45, mengalami luka yang cukup parah. Rita tertembak di lengan dan kakinya. Rita dilarikan ke Rumah Sakit Denver untuk menjalani operasi rekonstruksi tulang. Menurut Anggiat, kepingan proyektil bersarang di lengan kiri dan merusak sikunya.

“Saya tidak jelas sikunya lepas atau patah. Tapi menurut dokter cukup berat karena tidak hanya bisa dibersihkan dan dibuang kepingannya tapi juga dibetulkan sikunya. Untuk yang kaki, kepingannya dibiarkan, tidak diambil,” kata Anggiat.

Menurut ibunda Rita, Henny Silalahi, di Jakarta, putrinya tersebut harus menjalani dua kali operasi karena lukanya yang cukup parah. “Rita cukup parah, karena siku kirinya hancur terkena dua tembakan. Kira-kira tiga jam lagi mau dioperasi,” kata Henny kepada VIVAnews.

Sebelumnya pada Sabtu, staf Konsulat Jenderal Indonesia di Los Angeles yang ditugaskan menuju Colorado, Febry Elsafrino, mengatakan bahwa kendati lukanya parah, kondisi Rita stabil dan jiwanya tidak terancam.

Bersama staf lainnya, Febry menempuh jarak 1.600 km ke Denver, Colorado untuk memastikan kondisi keluarga Situmeang baik-baik saja. Tugas mereka adalah memfasilitasi seluruh keperluan korban dan menjamin bahwa mereka mendapatkan perlakuan yang baik di rumah sakit.

Sebanyak orang 12 tewas dan puluhan lainnya terluka. Di antara korban luka adalah bayi berusia empat bulan. Pelaku yang diketahui bernama James Eagan Holmes mengaku sebagai Joker saat tertangkap di dekat lokasi penayangan premier film Batman terbaru di kota Aurora, Colorado.

Seakan belum cukup sadis dengan aksi pembunuhannya, sarjana fakultas ilmu syaraf University of California ini memasang jebakan berpeledak di apartemennya. Alhasil, polisi harus berjibaku siang dan malam untuk menjinakkan bahan peledak dengan memusnahkannya di tanah lapang.

Tidak banyak yang diketahui soal Holmes. Hal ini dikarenakan tidak banyak pula yang menyebutkan namanya di media Barat. Salah satunya yang menolak menyebutkan namanya adalah CNN. Pentolan CNN Anderson Cooper mengatakan bahwa kantor beritanya menghindari untuk menyebutkan nama pelaku sebisa mungkin. Hal ini agar Holmes tidak menjadi selebriti.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Gubernur Colorado, John Hickenlooper. “Saya menolak menyebut namanya. Di daerah saya, kami hanya akan memanggilnya ‘Si Pelaku A’,” kata dia.

Amerika Serikat berduka

Peristiwa Jumat malam menyisakan kepedihan yang mendalam bagi publik Amerika Serikat. Presiden Barack Obama bahkan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih dan seluruh kantor pemerintahan di seantero negeri.

Diberitakan CNN, sebagai bentuk belasungkawa, Obama membatalkan jadwal kampanyenya di Fort Myers, Florida. Dia mengatakan bahwa politik bisa menunggu di lain hari. “Ini adalah saat-saat untuk berdoa dan bercermin. Kekerasan macam ini sangat tidak masuk di akal, di luar nalar,” kata dia sebelum kembali bertolak ke Washington.

Rival Obama dalam pemilihan presiden mendatang, Mitt Romney, juga melakukan hal yang sama. Dia tidak berpidato saat berkampanye di New Hampshire dan menyerukan para pendukungnya untuk mengheningkan cipta. “Hati kami terluka ketika mendengar tragedi ini. Semoga pelakunya bisa segera diadili,” kata Romney, dilansir Reuters.

Minggu waktu setempat, Obama mengunjungi para korban luka di Rumah Sakit Colorado. Dalam pidato usai kunjungan tersebut, Obama memuji keberanian seorang wanita bernama, Stephanie Davies, yang menyelamatkan kawannya Allie Young dengan menekan luka di lehernya sembari menelepon bantuan.

Obama mengatakan tindakan-tindakan warga yang heroik ini memberikan harapan baru bagi AS. “Mereka memastikan pada kita bahwa dari kegelapan, hari yang lebih cerah akan datang,” kata Obama.

Presiden kulit hitam ini juga menyayangkan perhatian media yang besar pada pelaku. Namun menurutnya, perhatian pada Holmes akan segera mereda.

“Pada akhirnya, setelah pelaku merasakan sistem keadilan kita yang tegas, yang tertinggal untuk diingat adalah orang-orang baik yang menjadi korban dalam tragedi ini,” kata Obama

 

Sumber

Jangan lupa tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s