All About Anonymous

Protes Kebijakan Sensor Internet, Hacker Anonymous Meretas 485 Situs Di China

Kesal dengan kebijakan sensor internet yang ketat, grup hacker Anonymous pun meretas kurang lebih 485 situs di China.

Situs yang berhasil diretas adalah situs milik perusahaan, pemerintahan dan instansi resmi lainnya. Semuanya diretas dengan cara melakukan deface dan menyisipkan kata-kata protes terhadap pemerintah China yang telah memberlakukan kebijakan sensor Internet dinegara tersebut.

Pesan Anonymous disetiap situs yang dihack adalah sebagai berikut “Kepada pemerintah Cina, Anda tidak sempurna dan website ini kami retas, besok giliran rezim keji Anda yang akan jatuh,”

Anonymous juga menyebarkan seluruh link situs yang diretas di pastebin. Data pengelola seluruh situs pun ikut dipublikasikan.

Selain itu Anonymous juga mengajak masyarakat China untuk bergabung dengan mereka dan menyuarakan hal sama, yakni kebebasan berinternet. China memang dikenal memiliki sensor internet yang cukup ketat disebut The Great Firewall. Sistem ini memiliki 6 metode penyaringan, dan setiap konten yang tidak sesuai akan segera diblokir agar tidak bisa diakses.

(Via Inet.detik)

———————————–

Group Hacker Anonymous Hack Data Curi Data Milik Apple, Microsoft dan Pemerintah AS

Sebuah Kelompok hacker yang menamakan dirinya Anonymous kembali membuat kehebohan dengan membuat sebuah pernyataan bahwa mereka telah berhasil meretas situs Stratfor, sebuah perusahaan yang memiliki klien besar seperti Apple, Microsoft dan sejumlah lembaga penting pemerintah Amerika Serikat.

Selain menggawangi beberapa perusahan besar dan instansi pemerintahan Amerika Serikat, Stratfor sendiri merupakan salah satu perusahaan yang menawarkan jasa konsultasi soal taktis dan strategi intelijen, analis keamanan sebuah perusahaan, dan demografi politik di beberapa negara. perusahaan asal Amerika Serikat itu memiliki beberapa klien yang amat dijaga kerahasiaannya seperti US Defense Department, US Army, Air Force, lembaga penegak hukum, kontraktor keamanan, dan perusahaan teknologi terkemuka seperti Apple dan Microsoft.

Anonymous mengaku telah berhasil mendapatkan ribuan data penting milik perusahaan yang menggunakan jasa Stratfor, termasuk data data penting milik perusahaan perusahaan raksasa seperti Apple dan Microsoft.

Anonymous juga memberikan bukti data seperti screenshot serta link khusus yang merujuk ke klien Stratfor yang bersifat sangat rahasia sebagai tanda bukti keberhasilan mereka.

——————————————

Setelah Stratfor, Anonymous Meretas Kartu Kredit Untuk Sumbangan Sosial

Robin Hood dunia maya, mungkin itulah nama yang tepat untuk kelompok hacker Anonymous setelah sebelumya berhasil eretas server milik Stratfor, pada saat saat yang masih dipenuhi nuansa natal dan tahun baru, kelompok hacker tersebut dikabarkan sedang merencanakan untuk memberikan donasi kepada berbagai organisasi amal, hanya saja, uang yang dijadikan sumber donasi adalah dari kartu kredit orang lain.

Salah  satu pengguna kartu kredit, bernama Allen Barrn mengatakan bahwa uang sejumlah USD 700 dari kartu kreditnya lenyap begitu saja, dan setelah dicek, ternyata uang di rekeningnya telah beberapa kali ditransfer kepada beberapa organisasi social tanpa sepengetahuannya.

Tentunya Ini bukan pertama kalinya kelompok hacker Anonymous menjadi berita karena kegiatan peretasannya. Misalnya pada bulan Agustus lalu, mereka merusak sebuah situs milik Departemen Pertahanan Suriah, sebagai tanggapan atas tindakan brutal yang dilakukan pemerintah pada para demonstran penentang rezim.

————————————————

Dianggap Korup, Peretas Anonymous Serang Website Resmi Milik Vatikan

Kelompok peretas kelas atas yang menamakan dirinya Anonymous kembali beraksi. Sehari setelah para pemimpin kelas atas mereka ditangkap, mereka menyerang  website resmi milik Vatikan yang dianggap korup dan terlalu ikut campur dalam urusan kenegaraan Italia.

Anonymous meretas Website resmi Vatikan dengan menulis  ”Anonymous memutuskan hari ini untuk menyerbu situs Anda dalam menanggapi doktrin, peribadatan, untuk konsep absurd dan anakronistik yang organisasi profit Anda sebarkan ke seluruh dunia,”katanya.


Meski begitu, Anonymous juga menyatakan bahwa mereka bukan melawan agama Kristen atau penganutnya. “Kami melawan Gereja Apostolik Romawi yang korup,” ungkapnya.

Kelompok ini juga mengancam Vatikan akan mengalami kemunduran setelah mencampuri urusan dalam negeri Italia. Sebelumnya, Anonymous pernah mencoba untuk menyerang situs Vatikan tahun lalu namun gagal.

————————————————————

Tolak RUU Anti Kebebasan Di Internet, Anonymous Serang Tiga Web Pemerintahan Meksiko

Kelompok hacker Anonymous ternyata tidak hanya menyerang Amerika Serikat yang diketahui sebagai Negara yang membuat Undang-undang anti kebebasan di Internet, SOPA.

Kelompok peretas ini juga ternyata menyerang Negara mana saja yang mendukung Undang-undang anti kebebasan itu. Baru-baru ini yang menjadi korban adalah tiga buah webste milik pemerintah Meksiko, yakni website milik Majelis Deputi, Senat dan Kementrian Dalam Negeri Meksiko.

Meksiko diketahui tengah merancang sebuah Undang-undang yang sama dengan SOPA. Undang-undang ini akan memperketat aturan berbagi file di internet.

RUU ini diusulkan bulan lalu oleh Partai Aksi Nasional Meksiko. Menurut Anonymous, jika RUU ini disahkan maka seseorang yang mengunggah musik, video atau buku ke internet tanpa izin dari pemegang hak cipta akan dihukum.

————————————————

Hacker Anonymous Ancam Akan Matikan Jaringan Internet Tanggal 31 Maret Besok

Group hacker paling fenomenal di dunia, Anonymous, kembali membuat ulah, kali ini mereka berencana untuk mematikan jaringan internet pada hari Sabtu tanggal 31 Maret 2012.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap SOPA, Wallstreet dan para pemimpin dunia yang dianggap tidak bertanggungjawab serta para bankir yang dinilai rakus dan memperkaya diri sendiri.

Mereka secara lantang mengatakan ““Tolong diingat, ini adalah bentuk protes, kami tidak berusaha ‘membunuh’ internet, kami hanya mematikannya sementara waktu di titik yang paling penting.”

Anonymous dinilai bisa melakukan gangguan internet lokal tapi hal tersebut diperkirakan akan dipusatkan pada jaringan tempat mesin hacking utama mereka berada. Anonymous diperkirakan akan mematikan server inti DNS sehingga membuat situs-situs tidak dapat diakses.

Para pakar keamanan internet dari Errata Security mengatakan bahwa aksi seperti itu memang efektif tapi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Bahkan Robert Graham mengatakan bahwa tidak mungkin Anonymous bisa mematikan seluruh jaringan internet secara bersamaan dalam waktu yang sama.

Namun tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia teknologi, kita lihat saja bagaimana aksi Anonymous pada tanggal 31 Maret nanti.

————————————————

Group Hacker Anonymous Kirimi Pesan Masal Ke Warga Amerika


Group Hacker yang menamakan dirinya Anonymous mengirimkan sebuah pesan masal ke warga Amerika Serikat terkait kasus Undang-Undang SOPA. Seperti dilansir oleh magzgame, group hacker tersebut mengajak warga Amerika untuk bersama-sama menolak SOPA.

Dalam suratnya, Anonymous menyatakan bahwa keadilan dan kebebasan adalah lebih bernilai dari segala-galanya, warga Amerika tidak ingin ada aturan yang terlalu mengikat dan diktator.

Group hacker yang beberapa waktu lalu meretas data milik Stratfor dan meretas kartu kredit untuk sumbangan ini juga mengatakan bahwa SOPA hanya akan merusak dan bukan memberikan manfaat yang besar bagi warga Amerika.

sumber

Jangan lupa tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s